Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Fiksi Rahasia Jodoh Part 1

rahasia jodoh part 1

 ----------**** RAHASIA JODOH ****----------

Fatimah tiba-tiba menangis berlari kesudut kamar pondok. Entahlah kenapa dengan dia.Kuberanikan menemuinya sambil setengah berfikir kenapa denganya, apa yang sudah terjadi. Bukankah abah uminya datang membestelinya. Akupun duduk di sebalah fatimah dan bergegas mengelus pundaknya seraya bertanya.

" Kenapa engkau menangis sahabatku.apa yang terjadi padamu?"
Sepertinya fatimah takhiraukan pertanyaanku.tetap saja masih menangis.aku merasa bingung harus bagaimana.ku elus tangannya dan memohon untuk bicara apa yang sudah terjadi denganmu sahabatku.
Tak di sangka. fatimah memelukku sambil menangis.entah kenapa ini, ada apa dengan mu sahabatku. Terus aku yakinkah agar fatimah bercerita tentang semua apa yang terjadi.

"Hilya aku minta maaf ya?."
Ucapan fatimah membuatku bingung. Kenapa harus meminta maaf.kamu tidak pernah salah. dan sebenarnya ada apa sih, kok tiba2 fatimah jadi aneh begini, gumamku dalam hati.
"Fat, sebaiknya kamu jujur padaku kenapa dengan kamu, kok aneh banget, bukankah seharusnya kamu senang, hari ini abah dan umi mu datang membestelimu."

Aku terus meyakinkan fatimah agar mau bercerita kenapa bisa sesedih ini. Aku terus saja meyakinnya, agar mau curhat dengan ku, karena kami adalah sahabat kecil yang terus bersama dalam suka maupun duka.
"Hilya, aku ingin kamu memafkan aku,kamu harus janji tidak akan marah dan membenciku. Kamu harus janji itu.setelah aku ceritakan semuanya. "
Tiba-tiba fatimah menggenggam tanganku sangat erat. Aku masih heran dengan bicaranya,kenapa dengan fatimah. Aku berusaha untuk bijak dan menganggutkan wajahku, tanda aku setuju. Kemudian fatimah menatapku dengan tatapan penuh rahasia. Aku berusaha tersenyum, walau senenarnya aku masih bingung.

"Fat, coba kamu cerita perlahan, kenapa kamu menangis? "
"Hilya aku mohon maaf padamu, demi allah aku tidak sedikitpun ingin membuatmu kecawa."
"Fat, aku belum mengerti apa maksud perkataanmu, coba jelaskan padaku, aku janji tidak akan marah sama kamu, kalau kamu mau jujur kepadaku. Kita bersahabat sejak kecil fat, dari tamat SD kita mondok bareng sampai sekarang, coba kamu ingat-ingat lagi, berapa tahun kita bersama dalam suka maupun duka, kita selalu murojaha bareng, ngaji bareng sampai alhamdulillah kita khatam Qur'an bareng, itu semua kita lalui bersama."
Aku jelaskan panjang lebar semua yang sudah di lalui bersama, berharap fatimah sudi bercerita kepadaku.

"Hilya, aku dihojodin ma abah, abah mau aku segara menikah. "
"Alhamdulillah ini adalah kabar baik fat, lantas kenapa kamu bersedih?"
Aku menatap wajah fatimah penuh tanda tanya, heran banget kenapa fatimah jadi aneh begini. tidak pernah fatimah sesedih ini, bahkan bicara denganku saja seolah takut.
"hilya sebelumnya aku mohon maaf,aku di jodohkan dengan gus hilman, tapi aku tidak tau dengan ini semua, kata abah orang tua gus hilman datang melamarku dan abah menyetujuinya. "
Sontak air mataku menetes,aku tak percaya, gus hilman sudah berjanji padaku untuk menikahiku setelah lulus S1 di kairo, lantas semunya begitu gelap aku tak sanggup lagi,sesak dadaku mendengarkan berita ini, fatimah sahabat terbaikku, di jodohkan dengan gus hilman kekasih ku. Tuhan.... Ada apa ini? Kenapa semua ini terjadi denganku.aku tidak kuat lagi menahan tangis ini, semuanya begitu sangat tidak adil, aku sudah lama menunggunya untuk melamarku tp.... Aku tidak percaya dengan takdir ini.
Fatimah memelukku dengan erat.aku tidak bisa bicara apapun dengan fatimah, walau fatimah memohon kepadaku untuk memafkannya.
***********
Akad nikah segera di langsungkan pagi ini di masjid At-taqwa cirebon. Aku di undang untuk mendampingi fatimah.sesaat sebelum ijab Qobul berlangsung, ku katakan pada fatimah. bahwa hari Ini adalah hari sepesialmu, hari dimana engkau akan mengarungi bahtera rumah tangga yang sakinah mawaddaah wa rahmah, karena ku tahu gus hilman adalah seorang yang luar biasa,hafal qur'an dan hadist sudah tentu soleha dan akan menentunmu samapi ke surga. Ku peluk Fatimah erat-erat tanda aku sudah mengikhlaskan semuanya.
Ijab Qobul berlangsung dengan khusuk..sampai akhirnya fatimah sah menjadi istri gus hilman. Suara santri bersorak tanda bahagia. kemudian mengaminkan doa kiyai yang tentunya agar pernikahan ini langgeng dan bahagiah.

"Hilya"
Ada suara yang memanggil namaku.sontak aku menoleh kebelakang. dan ternyata suara gus hilman memanggilku.
"Dalem, pripun gus ada yang bisa saya bantu?
"Hilya aku meminta maaf kepadamu."
Belum selesai gus hilman berbicara. aku sudah memotong pembicaraannya,dan berlalu pergi meninggalkannya. Aku tak tahan lagi, air mata ini tak sengaja menetes.aku takut fatimah melihatku.
"Aku sudah ikhlaskan semuanya gus hilaman."
Ku tulis kalimat itu di kertas amplop yang tersedia di meja sebelah kanan rasmanan. Dan ponakan fatimah menghantarkan kertas itu menuju hilaman yang sedang sendiri menunggu di pelamninan. Karena fatimah nampaknya sedang ganti gaun keduanya.

Lantas setelah membaca surat itu hilman tersenyum kepadaku.akupun mengangguk dan berlalu pergi meninggalkan pesta itu. Tapi sebelumnya, aku berpamitan dengan fatimah di kamar yang sendang di dandani tukang make up pengantin.
*************
"Hilya..........?
Suara itu memanggil namaku. Hari ini ibu nyai mengajaku ke bandara soekarno hatta. untuk menjemput anak beliau yang kuliah S2 di Madinah. Bergegas aku menghampiri ibu nyai yang sudah siap menuju mobil.
"Dalem bu nyai. Kulo sampun siap."
"Hilya. Kamu tau gak gus fariz itu seperti apa? "
"Kulo belum tau nyai. Kan selama 3tahun aku mondok di sini gus fariz tidak pernah pulang. "
"Yopun nanti tak kenalkan sama beliau. "

Ibu nyai tersenyum padaku dan memandangku penuh makna, sontak aku menunduk Malu. Dalam hati terus bertanya kenapa bu nyai memandangiku seperti itu, tapi yasudahlah ku tepis segala prasangka yang berputar di fikiranku.
Setibanya di bandara aku langsung berpamitan kepada ibu nyai untuk mencari toilet, karena aku sudah taktahan lagi. Setelah ibu nyai mengiyakan, aku segera berlari dan membaca setiap tulisan menunjukan posisi toilet.

Drug....byar... Aku terjatuh ke lantai keramik depan castemer servis.aku menabrak seorang pemuda berprawakan tinggi, berwajah putih bersih dan berkopyah putih.lantas pemuda itu membangunkanku dan minta maaf.
tetapi aku tidak mau di bangunkan olehnya, walau sebenarnya kaki sakit tapi aku mencoba bangun sendiri dan mentap wajah pemuda itu dengan kesal.

"Mbak, maafkan aku njeh.aku tidak tau kalau mbak terburu-buru dan menabrakku."
"Njeh ndak papa," aku tersenyum kepadanya tanda aku sudah memaafkan.
Aku segera pergi ke kamar mandi,karena aku tau pasti bu nyai sudah menungguku.
"Hilya,kamu lama banget, ini gus fariz sudah turun pesawat dari tadi nunggu kita."
Ya allah, aku kaget banget. Bu nyai panggil pemuda yang ku tabrak tadi gus fariz, berarti beliau anaknya bu nyai. Ya allah aku tak sanggup menahan malu.
"Njeh bu nyai, ngapunten. "
Aku menjawab seadanya tapi aku tidak menyangka gus fariz datang mendekatiku dan tersenyum kepadaku.
"Oh berarti namamu hilya yah?"
"Njeh gus."
Aku hanya bisa menunduk malu sangat malu, secara tadi aku sudah menabrak beliau.
**********
"Hilya, apa kabar denganmu, gimana Qur'anmu dan kapan ke pondok? ".
Aku bingung ada WA masuk dan PP nya adalah gus fariz. Langsung aku balas dengan hati berdebar-debar.

"Ngapunteun gus fariz, aku sudah boyong karena aku di amanahi abah,untuk ngopeni pondok kecilku dikampung."
"Oh ngoten njih, yopun hari minggu kamu jangan pergi kemana-mana ya?. Insya allah aku ke rumahmu, untuk silaturrahmi dengan abahmu".
.
.
.
Bersambung...

Nantikan Part 2 ...........

Posting Komentar untuk "Cerita Fiksi Rahasia Jodoh Part 1"